Hari ini Indonesia ikut memperingati hari anti korupsi sedunia.
Mungkin karena keadaan negeri yang sedang gonjang ganjing berati ditimpa masalah yang terkait sama korupsi, dari kasus bank Century yang sudah meranting sampai ke dana politik partai & kasus pengayaan diri sendiri, sampai ke masalah KPK yang sampai sekarang masih kisruh.
Buat aku sendiri, peringatan ini ga berarti apapun.
Malahan sebenernya agak mengganggu.
Soalnya tadi siang pas lewat di bundaran Lambung Mangkurat, yaitu jalan arteri di Banjarmasin, yang jadi akses buat menuju ke beberapa bank, juga ke kantor (dari rumahku) & ke tokonya Annet, ada demo anti korupsi ini menggunakan mobil doblue cabin yang diparkir melintang dipenuhi dengan orang-orang yang membawa berbagai spanduk & bendera.
Gara-gara demo itu, jalan jadi macet, cet.
Parahnya lagi, karena aku lewat sekitar pukul 1 siang, para pendemo itu pas lagi bagi-bagi konsumsi berupa roti & air gelasan.
Nah, jadilah, sambil sebelah tangan melambai-lambaikan bendera atau spanduk, yang sebelah lagi dipakai untuk mengayun-ayunkan gelas air mineral itu ga jelas juga maksudnya apa).
Kadang heran aja, kenapa si orang Indonesia suka banget sama demo?
Tiap hari ada aja demo, baik di Banjarmasin atau di kota-kota lain.
Apalagi di Jakarta, sampe kadang bose liat berita yang isinya demo melulu.
Kadang dipikir, daripada demo, kenapa si mereka ga berusaha berbuat sesuatu yang lebih nyata.
Kaya mahasiswa, daripada demo yang bikin mereka ga masuk kelas, mending buruan selesein kuliahnya & terjun ke masyarakat.
Kan itu bisa bikin mereka lebih berguna.
Mmmm… jadi, intinya hari anti korupsi atau hari-hari peringatan apapun, daripada diisi dengan demo, lebih baik diisi dengan berusaha berbuat yang lebih baik untuk negara & bangsa ini.